Cuplikan Chapter ini
Pagi itu datang lebih cepat dari biasanya Ravent bangun sebelum alarm duduk di tepi ranjang dengan koper yang sudah tertutup rapi Apartemen terasa lebih sunyi dari hari-hari lain seolah dinding-dindingnya ikut menahan napas Ia mengecek ponsel tidak ada pesan baru Ia tidak menunggu Ia tahu kesepakatan mereka tidak bekerja seperti ituDi bandara antrean bergerak pelan Ravent berdiri dengan ransel di punggung menatap papan keberangkatan Namanya tertera di sana bersama tujuan yang