Cuplikan Chapter ini
Pertemuan itu akhirnya terjadi bukan karena rencana besar melainkan karena kelelahan yang tidak lagi bisa ditunda Seeyana menyadarinya pada Sabtu pagi ketika ia duduk di meja makan dengan kopi yang sudah mendingin Hari itu kosong Tidak ada agenda Tidak ada tenggat Dan untuk pertama kalinya kekosongan itu tidak terasa menenangkanIa membuka ponsel menatap percakapan terakhir dengan Ravent Kalimat mereka rapi saling menghormati dan jujur terlalu aman Seolah mereka berdua sepakat