Cuplikan Chapter ini
Pagi datang tanpa tergesa Cahaya masuk dari sela tirai membentuk garis tipis di lantai Seeyana bangun lebih awal dari biasanya bukan karena gelisah melainkan karena siap Tubuhnya terasa ringan seperti seseorang yang sudah berhenti menunda keputusanIa membuat kopi membuka jendela dan membiarkan udara pagi menyentuh wajahnya Kota bergerak seperti biasa dan untuk pertama kalinya ia tidak merasa tertinggal di dalamnyaPonselnya tergeletak di meja Tidak ada pesan baru Itu menenang