Cuplikan Chapter ini
Malam beranjak semakin larut di bawah naungan langit Cicalengka yang bersih menyisakan udara pegunungan yang sejuk dan menenangkan jiwa Pukul 2100 WIB suasana di dalam rumah sederhana Aryo terasa begitu damai jauh dari segala kebisingan kota besar yang melelahkan Di ruang tengah beralas tikar pandan cahaya bohlam kuning berpijar hangat menerangi ruangan tempat Aryo duduk bersila bersama sang ibu menikmati secangkir teh jahe murni buatan tangan ibunya yang harum Setelah berbagai badai