Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di Desa Muara baru saja merayap naik memantulkan bias cahaya keemasan di atas permukaan air laut yang tenang Udara pesisir terasa sejuk membawa aroma garam yang bercampur dengan bau khas lumpur bakau Di sudut dermaga yang agak menjorok ke daratan Surau Al-Hidayah berdiri dalam keheningan yang tidak biasa Pintu kayu surau masih tertutup rapat dan lampu neon kuning di terasnya tampak belum dimatikan sejak semalam Pemandangan itu langsung menarik perhatian para nelayan dan