Cuplikan Chapter ini
Malam Jumat kembali menyapa Desa Sukamaju dengan keheningan yang terasa lebih pekat dari biasanya Pukul dua belas lewat sepuluh menit angin malam berhembus dingin menembus celah-celah jendela kayu rumah Pak Karto Di dalam kamar kecil yang hanya diterangi oleh temaram lampu tidur berwarna kuning redup aroma minyak gaharu bercampur wangi kain sajadah tua menciptakan suasana yang begitu khusyuk sekaligus menyayat hati Suara detak jarum jam dinding berdetak pelan seolah menghitungdetik-deti