Cuplikan Chapter ini
Angin malam berembus kencang membawa serta bulir-bulir embun yang mulai membeku di pucuk-pucuk daun kelapa di sekeliling Desa Muara Di dalam kamar kecilnya yang bersahaja surau Al-Hidayah tampak tenggelam dalam pekatnya kegelapan malam yang kian larut Jarum jam dinding tua berdetak pelan menunjukkan pukul dua malam lewat dua belas menit Suasana di luar begitu lengang nyaris tanpa suara kecuali sesekali derik jangkrik dan deburan ombak kecil yang sayup-sayup terdengar dari pesisir utara