Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di Desa Sukamaju belum sepenuhnya naik ketika embun tipis masih membasahi dedaunan pisang di pekarangan rumah warga Pukul tujuh lewat seperempat suasana kampung yang biasanya tenang mendadak riuh oleh suara gesekan sapu lidi di atas jalanan beraspal desa dan obrolan para ibu yang berkerumun di depan warung kelontong milik Bu Minah Warung tersebut terletak tepat di sudut jalan utama hanya berjarak sekitar dua puluh meter dari gerbang Masjid Al-Hikmah Di sanalah pusat segala