Cuplikan Chapter ini
Pagi hari di Desa Sukamaju merekah dengan cahaya matahari keemasan yang menerobos celah-celah dedaunan pohon mangga di pekarangan rumah Bu Aminah Pukul enam lewat seperempat suasana di dalam rumah sederhana berlantai ubin putih itu terasa jauh lebih tegang daripada biasanya Aroma teh poci hangat dan ubi rebus yang baru diangkat dari perapian dapur seolah gagal mencairkan kecemasan yang menggelayut di dada wanita paruh baya tersebut Bu Aminah seorang janda yang dikenal sebagai pembuat kue