Cuplikan Chapter ini
Malam merangkak pelan di atas reruntuhan posko perjuangan warga Desa Sukamaju menyisakan hawa dingin pegunungan yang menusuk hingga ke balik kain jaket wol Rangga Di bawah temaram cahaya lampu pelita minyak tanah yang nyaris padam pemuda sembilan belas tahun itu duduk bersila di atas selembar tikar pandan yang basah oleh embun malam Suasana di sekitar balai dusun tampak sunyi senyap kontras dengan keriuhan siang hari tadi saat perdebatan sengit antara warga dan aparat penegak hukum terja