Cuplikan Chapter ini
Udara senja di penghujung musim kemarau menyelimuti pelataran Masjid Al-Hikmah dengan selimut keemasan yang perlahan memudar menjadi kebiruan Aroma kayu gaharu yang dibakar perlahan dari serambi masjid berpadu dengan wangi tanah basah sisa air wudu menciptakan ketenangan yang magis Di pojok barat serambi sesosok pria paruh baya dengan peci beludru hitam yang mulai pudar tampak berdiri tegap Namanya Pak Karto penjaga masjid yang telah mendedikasikan separuh hidupnya untuk merawat rumah i