Cuplikan Chapter ini
Matahari siang di Desa Sukamaju memancarkan sengatan terik yang membakar punggung bukit mengubah debu jalanan menjadi kepulan halus setiap kali angin lembah berhembus kencang Di teras balai desa yang kini beralih fungsi menjadi posko pengaduan hukum warga suasana terasa gerah dan penuh sesak Sejumlah petani duduk berdesakan di atas bangku-bangku kayu panjang sementara di sudut ruangan di atas sebuah meja tua berlapis taplak plastik kusam tergeletak beberapa bundel dokumen resmi bersert