Cuplikan Chapter ini
Matahari sore di atas langit Cicalengka Bandung perlahan-lahan meredup di balik punggung pegunungan meninggalkan bias warna merah keemasan yang menembus celah-celah jendela kayu rumah sederhana milik Aryo Pukul 1715 WIB suasana di dalam rumah terasa begitu hening diselingi suara desau angin pegunungan yang membawa hawa dingin menusuk tulang Di ruang tengah yang beralas tikar pandan Paman Rahmat duduk bersandar lemah pada dinding bilik bambu sambil memegang dadanya yang sesak Napas p