Cuplikan Chapter ini
Malam Minggu di Desa Sukamaju turun dengan nuansa yang begitu berat seolah udara dingin pegunungan membawa serta beban emosi yang tertahan di dada setiap warganya Pukul sembilan lewat empat puluh menit di balik jendela kamar tidurnya yang menghadap langsung ke arah jalan setapak menuju Masjid Al-Hikmah Yusuf berdiri termangu dalam kegelapan Hanya ada temaram cahaya lampu belajar meja kayu yang menyorot separuh wajah pemuda santun itu memperlihatkan sorot mata yang tidak biasanyapenuh k