Cuplikan Chapter ini
Matahari sore di Desa Sukamaju perlahan condong ke barat memancarkan bias jingga kemerahan yang menembus celah-celah jendela kamar Yusuf Pukul tiga lewat empat puluh lima menit suasana di dalam kamar kecil pemuda itu terasa begitu pengap dan menyesakkan jauh berbeda dengan ketenangan yang menyelimuti pelataran Masjid Al-Hikmah di luar sana Di atas lantai kamar yang beralaskan tikar pandan usang Yusuf duduk bersimpuh sambil membenamkan wajah di antara kedua lututnya Isak tangis yang ter