Cuplikan Chapter ini
Matahari sore di Desa Sukamaju memancarkan bias cahaya keemasan yang menembus sela-sela pepohonan mangga di pekarangan warga Pukul empat lewat dua puluh menit suasana di sekitar jalan setapak menuju Masjid Al-Hikmah tampak cukup ramai oleh lalu-lalang para tetangga yang baru pulang dari ladang atau warung kelontong Di teras depan rumah Pak Karto Ardi duduk tenang di atas kursi kayu jati bersama Yusuf menikmati secangkir teh poci hangat yang mengepulkan uap tipis beraroma melati Meskipun