Cuplikan Chapter ini
Malam beranjak larut di bawah naungan langit Cicalengka yang tertutup awan mendung tebal menyisakan udara dingin pegunungan yang menusuk hingga ke tulang Pukul 2230 WIB suasana di dalam rumah sederhana Aryo terasa begitu pekat dan menyesakkan jauh berbeda dari kehangatan yang biasanya menyelimuti ruang keluarga mereka Di atas meja kayu ruang tengah lampu bohlam kuning berpijar redup menerangi setumpuk dokumen kontrak kerja tingkat nasional dari yayasan yang baru saja diterima Aryo sore