Cuplikan Chapter ini
Terik matahari siang di kawasan Demak pada pukul dua belas lewat tiga puluh menit siang hari terasa begitu menyengat membakar permukaan bumi dengan panas yang luar biasa menyengat kulit Di halaman samping Pesantren Al-Barokah udara bergetar karena suhu tinggi sementara butiran keringat tampak bercucuran membasahi kening puluhan santri dan ustadz yang bergotong royong menurunkan kayu-kayu jati kiriman dari Surau Al-Hidayah Suara ketukan palu derit kayu berat dan teriakan semangat bersah