Cuplikan Chapter ini
Matahari baru saja memancarkan sinarnya yang pucat di balik kabut tipis yang menyelimuti kawasan pemukiman padat di pinggiran kota Demak tepat sepekan setelah Yusuf resmi kembali memimpin Pesantren Al-Barokah Pagi itu udara terasa begitu dingin menusuk tulang membawa serta kelembapan sisa hujan deras yang mengguyur semalaman Di halaman pesantren yang luas namun tampak asri suara sapu lidi yang bergesekan dengan permukaan tanah berpasir menciptakan ritme teratur yang menenangkan Yusuf b