Cuplikan Chapter ini
Pukul 1415 WIB di bawah terik matahari Bandar Lampung yang menyengat kulit suasana sebuah kafe minimalis berpendingin udara di kawasan Pahoman tampak kontras dengan hiruk-pikuk lalu lintas jalan raya di luar Aroma biji kopi robusta Lampung yang baru saja digiling menyeruak memenuhi ruangan berdesain interior industrial tersebut Di sudut dekat jendela kaca besar yang menghadap langsung ke deretan pohon ketapang kencana Arka 28 duduk termenung sambil menatap layar ponsel pintarnya Layar