Cuplikan Chapter ini
Pagi hari di desa Cicalengka Bandung menyapa dengan kehangatan sinar matahari yang menembus celah-celah dedaunan kopi di pekarangan rumah menghapus sisa-sisa embun malam yang menempel di rerumputan hijau Pukul 0700 WIB suasana di dalam dapur rumah sederhana Aryo terasa begitu hidup dan dipenuhi aroma harum kopi tubruk bercampur wangi nasi liwet hangat yang baru saja matang dari tungku kayu bakar Setelah berbagai badai ujian badai masa lalu dan penolakan tawaran jabatan nasional yang