Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Terkadang, kita terlalu sibuk menatap pintu yang tertutup, hingga lupa mensyukuri cahaya kecil yang telah kita nyalakan untuk orang lain."
Usia telah menginjak kepala tiga, namun bagi Yusuf, pintu rezeki dan karier seolah tertutup rapat. Cemoohan tetangga dan tekanan hidup perlahan meracuni hatinya, membuat iman yang dulunya kokoh mulai goyah. Puncaknya, ia kecewa pada takdir dan memilih berhenti melangkah ke masjid.
Di tengah keputusasaannya, hadir Pak Karim—seorang kakek renta yang mengingatkan Yusuf pada tugas sederhananya setiap maghrib: menyalakan lentera agar langkah para jamaah lansia tidak tersandung dalam gelap. Dari tugas sepele itulah, Yusuf tersadar bahwa rezeki bukan sekadar materi, melainkan doa-doa tulus dan kedamaian hati yang tak ternilai harganya.
Sebuah kisah spiritual yang mengharukan tentang arti sabar, keikhlasan, dan cara pandang baru dalam merajut husnuzhan kepada Sang Pencipta.