Cuplikan Chapter ini
Malam telah turun sepenuhnya ketika Raka membuka pintu kaca menuju balkon rumah barunya Engsel pintu bergerak pelan nyaris tanpa suara lalu udara malam segera menyentuh wajahnya dengan kesejukan yang berbeda dari udara di dalam rumah Dari halaman depan aroma dedaunan yang masih menyimpan sisa embun terbawa angin dan bercampur dengan wangi teh hangat yang mengepul dari cangkir di tangannya Raka melangkah keluar dengan kaus rumah dan celana panjang sederhana lalu berhenti di depan pagar