Cuplikan Chapter ini
Pagi itu kota tampak seperti sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkan Raka ketika ia masih duduk di bangku sekolah dan merasa dirinya terlalu kecil untuk berdiri di samping siapa pun Dari lantai dua puluh tiga gedung perkantoran itu kendaraan di jalan raya terlihat seperti garis-garis bergerak yang tersusun rapi di antara bangunan beton sementara matahari memantul pada kaca-kaca gedung di seberang hingga menciptakan kilatan putih yang sesekali menyilaukan mata Raka