Cuplikan Chapter ini
Malam telah lewat pukul sebelas ketika kamar kos Raka akhirnya benar-benar sunyi Suara motor dari jalan depan yang sejak tadi bersahut-sahutan mulai jarang terdengar menyisakan dengung kipas angin tua yang berputar tidak stabil di sudut kamar Sesekali baling-balingnya mengeluarkan bunyi berderak kecil seperti ada sesuatu yang longgar di dalam mesin lalu kembali berputar dengan suara mendengung yang monoton Raka duduk bersandar pada dinding di sisi ranjang kayunya kedua kaki diluruskan