Cuplikan Chapter ini
Pagi masuk ke kamar kos Raka tanpa mengetuk Daun jendela yang dibuka lebar bergerak pelan setiap kali angin melewatinya membawa serta aroma tanah yang masih menyimpan sisa embun dan samar-samar suara kendaraan dari jalan depan gang Tirai tipis di sisi jendela berkibar sebentar sebelum jatuh kembali membiarkan cahaya matahari menumpahkan warna keemasan di lantai dan meja belajar yang kini jauh berbeda dari beberapa bulan lalu Tidak ada tumpukan pakaian di sudut ruangan tidak ada gelas ko