Cuplikan Chapter ini
Pagi itu kampus kembali pada bentuknya yang paling ramai Koridor utama gedung perkuliahan dipenuhi mahasiswa yang berpindah dari satu ruang kelas ke ruang kelas lain sebagian berjalan tergesa sambil memeriksa layar ponsel sebagian berhenti di dekat papan pengumuman sementara suara tawa dan percakapan bertumpuk dengan bunyi sol sepatu yang berulang-ulang menghantam ubin dingin Dari jendela-jendela tinggi di sepanjang sisi koridor cahaya matahari masuk dalam bidang-bidang pucat yang jatuh