Cuplikan Chapter ini
Kunci itu terasa ringan di telapak tangan Raka tetapi entah mengapa sejak tadi benda kecil itu seperti membawa seluruh berat hidup yang pernah dilewatinya Ia berdiri di depan pintu kayu bercat putih dengan satu tangan menggenggam gagang kunci sementara tangan lainnya masih memegang map tipis berisi dokumen kontrakan yang baru saja mereka urus beberapa hari sebelumnya Di belakangnya Laras berdiri dengan dua tas belanja kecil yang isinya belum terlalu penting hanya beberapa perlengkapan r