Cuplikan Chapter ini
Isakan Raka perlahan kehilangan bentuknya Yang semula keluar seperti suara patah yang dipaksa melewati tenggorokan kini tinggal hela napas panjang yang tersendat-sendat kadang berhenti beberapa detik sebelum keluar lagi dengan getaran kecil di ujungnya Dadanya masih naik turun dengan cepat tetapi tidak lagi diguncang ledakan tangis seperti beberapa menit sebelumnya Wajahnya tetap tersembunyi di balik lipatan kedua lengannya lututnya masih dipeluk rapat sementara jari-jarinya yang seja