Cuplikan Chapter ini
Malam telah turun sepenuhnya ketika Raka mendorong pintu kaca warkop kecil yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu tempat paling biasa dalam hidupnya Engsel pintu mengeluarkan bunyi berderit yang sama seperti yang selalu ia dengar sejak semester-semester awal kuliah sementara udara hangat bercampur aroma kopi saset minyak goreng dan kuah mie rebus langsung menyambut wajahnya Beberapa meja plastik telah terisi mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas dua orang pengemudi ojek daring