Cuplikan Chapter ini
Pintu gedung ujian terbuka tepat ketika matahari mulai condong ke barat menumpahkan cahaya keemasan di sepanjang koridor kampus yang sejak pagi dipenuhi langkah tergesa-gesa suara halaman dibalik dan bisik-bisik mahasiswa yang mengulang materi untuk terakhir kalinya Raka keluar bersama arus mahasiswa lain sambil membawa lembar jawaban yang sudah tidak mungkin ia ubah lagi di dalam ingatan Tangannya masih menggenggam pulpen hitam yang sejak tadi pagi terasa seperti benda paling penting di