Cuplikan Chapter ini
Pukul tujuh pagi Raka terbangun bukan karena suara alarm melainkan karena cahaya tipis yang menyelinap melewati celah tirai dan jatuh tepat di sisi wajahnya Untuk beberapa detik dia hanya berbaring tanpa bergerak menatap langit-langit kamar yang masih samar dalam penglihatannya Tubuhnya terasa berat seperti habis melewati demam panjang tetapi ada sesuatu yang berbeda di dalam dadanya Sesuatu yang selama berhari-hari terasa seperti batu besar menekan tulang rusuknya dari dalam seolah-