Cuplikan Chapter ini
Aku bukan orang itu lagiKalimat itu menggantung di antara suara mesin kendaraan dan riak mahasiswa yang terus mengalir melewati gerbang utama kampus Raka masih berdiri di tempatnya beberapa langkah dari Maya dengan ransel tergantung di salah satu bahu dan kedua tangannya tetap tenang di sisi tubuh Bayangan pohon-pohon peneduh jatuh memanjang di trotoar terpecah oleh langkah kaki mahasiswa yang berlalu-lalang menuju gedung perkuliahan Di belakang mereka suara pedagang makanan ringan