Cuplikan Chapter ini
Pintu kayu itu terbuka perlahan hanya selebar beberapa sentimeter pada awalnya lalu bertambah sedikit demi sedikit ketika Raka akhirnya berhenti menahan dorongan dari tangannya sendiri Cahaya lampu teras menyusup melalui celah tersebut dan memotong kegelapan kamar menjadi satu garis tipis yang jatuh di lantai semen Di dalam garis cahaya itu Laras melihat sepasang kaki telanjang yang berdiri kaku kemudian siluet tubuh seorang laki-laki yang menundukkan kepala begitu dalam sampai wajahnya