Cuplikan Chapter ini
Malam turun tanpa banyak suara di gang kos yang sempit itu Dari jendela kamar Raka yang sedikit terbuka angin membawa masuk aroma tanah lembap bercampur asap gorengan dari warung di ujung jalan Sesekali suara motor melintas lalu menghilang lagi meninggalkan dengung tipis yang segera ditelan oleh kesunyian Kamar itu tidak lagi segelap beberapa minggu sebelumnya Lampu utama memang tetap dimatikan tetapi lampu baca kecil di sudut meja menyala dengan warna kekuningan yang hangat membuat