Cuplikan Chapter ini
Tangisan itu pada awalnya bahkan tidak terdengar seperti tangisan Ia hanya berupa suara patah yang tertahan jauh di dalam tenggorokan Raka seperti sesuatu yang selama bertahun-tahun dipaksa diam akhirnya mencari jalan keluar melalui celah paling kecil Tubuhnya membungkuk semakin dalam di atas lutut kedua lengannya melingkar rapat di sekeliling kaki sendiri sementara wajahnya tenggelam di balik lipatan siku Bahunya bergetar sekali lalu berhenti sebelum getaran kedua datang lebih keras