Cuplikan Chapter ini
Pagi itu ruang kuliah terasa seperti biasa tetapi ada sesuatu yang membuat Bimo berkali-kali menoleh ke arah barisan paling belakang Kursi-kursi kayu yang tersusun menanjak dari depan ke belakang sudah hampir penuh oleh mahasiswa yang datang dengan wajah mengantuk beberapa sibuk membuka laptop beberapa lainnya masih menyalin bahan bacaan dari layar ponsel sementara suara percakapan kecil berbaur dengan dengung pendingin ruangan yang terlalu dingin Di antara semua itu ada satu tempat ya