Cuplikan Chapter ini
Detik Waktu yang Terasa Merambat Berat Hari-hari berlalu dengan ritme yang terasa begitu lambat di Desa Sukamaju seolah-olah alam sendiri ikut meresapi suasana hati yang tengah berkecamuk Bagi kedua insan yang saling merindu dalam diam namun penuh keimanan waktu seakan kehilangan detaknya yang normal Bagi Shasmira menanti kedatangan kabar atau lembaran surat dari Arkan terasa seperti menghitung butiran pasir di hamparan pantai yang luasbegitu melelahkan namun tidak ada pilihan selain me