Cuplikan Chapter ini
Kedekatan antara Shasmira dan Arkan yang kian intens menghabiskan sore bersama di teras rumah panggung dan berjalan beriringan pulang dari Madrasah Al-Hikmah tidak luput dari pengamatan mata jeli warga Desa Sukamaju Seperti angin yang membawa debu halus di musim kemarau rumor mulai berembus di antara deretan lapak pedagang di pasar desa dari lapak sayur Mbok Minah hingga kios kelontong milik Pak Haji Umar dan terus berlanjut ke beranda-beranda rumah warga menjelang maghribBeberapa warga