Cuplikan Chapter ini
Sore-Sore yang Dinanti di Teras Rumah Panggung Sejak hari kepulangan Arkan yang mengejutkan itu teras rumah panggung Kyai Ahmad seolah memiliki daya tarik tersendiri setiap kali mentari mulai condong ke barat Pertemuan sore yang awalnya terasa kaku kini berubah menjadi rutinitas yang diam-diam paling dinanti oleh keduanyaAngin berembus lembut membawa aroma tanah basah seusai hujan gerimis merata di atas petak-petak sawah Desa Sukamaju Shasmira melangkah keluar dari pintu depan membawa s