Cuplikan Chapter ini
Menanti Langkah Berani Sang Pemuda---Suasana senja di Desa Sukamaju kembali menawarkan ketenangan yang meresap hingga ke lubuk hati paling dalam menyapu sisa-sisa debu jalanan desa yang diterpa angin kemarau Di teras belakang rumah Kyai Ahmad di bawah naungan rindangnya pohon sawo tua yang setia menyaksikan perjalanan waktu Shasmira duduk seorang diri menikmati secangkir teh poci hangat Warna langit di ufuk barat berubah perlahan dari biru jernih menjadi jingga kemerahan memantulkan bia