Cuplikan Chapter ini
Pantulan Jiwa di Balik Sepasang Mata yang Sama Di tengah perbincangan yang mulai mengalir hangat Shasmira menatap wajah Arkan lekat-lekat Sinar lampu minyak di meja ruang tamu memantulkan pijar kuning keemasan menyinari guratan-guratan takdir yang terukir di udara malam Desa Sukamaju Waktu memang telah mengubah mereka secara drastis secara fisikpostur tubuh Arkan yang kini tegap garis wajahnya yang tegas serta dihiasi bayangan rahang maskulin serta pakaian modern yang ia kenakan jauh b