Cuplikan Chapter ini
Pangling dan Pengakuan yang TertahanHembusan angin senja di Desa Sukamaju membawa aroma basah dari persawahan yang baru saja disiram hujan sore Di serambi rumah panggung berkayu jati milik Kyai Ahmad Shasmira berdiri terpaku di tempatnya Pandangannya terkunci pada sosok seorang pemuda yang berdiri di halaman depan tepat di bawah naungan pohon mangga tua yang daun-daunnya basah oleh sisa tetesan air hujanShasmira merasa sangat pangling Perubahan fisik pemuda di hadapannya begitu nyata j