Cuplikan Chapter ini
Kemurnian yang Dijaga di Tanah Kelahiran Matahari pagi perlahan naik membiaskan cahaya kemerahan di balik pucuk-pucuk pohon pinus di pinggiran Desa Sukamaju Sisa-sisa ketegangan akibat teror malam sebelumnya kini mulai berganti dengan kehangatan embun pagi yang menyegarkan udara desa Di teras belakang rumah panggung Kepala Desa Kyai Ahmad Shasmira duduk berdampingan dengan Arkan di atas kursi kayu jati beralaskan rotan Di hadapan mereka dua cangkir teh poci hangat mengepulkan uap tipis