Cuplikan Chapter ini
Diskusi Hangat di Bawah Temaram Lampu Minyak Suatu malam ketika rumah sudah sepi dan angin pegunungan bertiup pelan Kyai Ahmad memanggil Shasmira untuk duduk bersamanya di ruang tengah Aroma teh melati hangat mengepul di antara mereka mencairkan keheningan yang menyelimuti rumah panggung tradisional itu Di luar suara jangkrik bersahutan menciptakan melodi malam yang menenangkan sementara cahaya lampu minyak di atas meja memancarkan pijar kuning hangat yang menerangi wajah kedua ayah da