Cuplikan Chapter ini
Kepingan Hati yang Mulai Menemukan Bentuknya---Seketika Shasmira terbangun dari tidurnya napasnya sedikit memburu Peluh dingin membasahi pelipisnya di tengah dinginnya udara malam yang merasuk melalui celah jendela kamar Jantungnya berdegup kencang seolah ia baru saja berlari menembus lorong waktu yang sangat panjang Ia menatap sekeliling kamarnya yang diterangi temaram lampu tidur berbahan minyak tanah Dinding kayu jati berderit pelan disapu angin malam sementara bayangan lemari pakai