Cuplikan Chapter ini
Kilau Kota dan Benteng Pengetahuan ArkanSore hari di serambi rumah panggung Kyai Ahmad selalu menghadirkan ketenangan yang magis Aroma tanah basah sehabis hujan bercampur dengan wangi teh poci melati yang mengepulkan uap tipis menciptakan atmosfer yang sangat pas untuk merajut kembali kenangan masa lalu yang sempat terputus Di tempat itulah Shasmira dan Arkan duduk berseberangan di atas kursi kayu jati tua ditemani oleh buku-buku catatan kuliah dan beberapa kitab kuning tebal yang tersusu