Cuplikan Chapter ini
Bayangan Samar dari Lorong Waktu yang Terlupa Malam di Desa Sukamaju selalu merangkak turun dengan keheningan yang pekat Jangkrik-jangkrik bersahutan di balik rerimbunan semak belukar di samping rumah panggung Kyai Ahmad menciptakan irama monoton yang kerap menemani Shasmira terjaga hingga larut malam Di kamar kecilnya yang diterangi cahaya lampu minyak bertekanan rendahkarena aliran listrik desa sering kali padam bergilirShasmira duduk termenung di depan meja kayu sederhana Di hadapann