Cuplikan Chapter ini
Jawaban yang Menyatukan Dua Jiwa Matahari sore di Desa Sukamaju memancarkan bias keemasan yang menembus celah-celah daun pohon beringin tua di tepi lapangan desa Suasana sore itu terasa begitu tenang diiringi angin sepoi-sepoi yang membawa aroma khas jerami kering dari sawah-sawah penduduk yang baru saja selesai dipanen Di teras perpustakaan Madrasah Al-Hikmah Arkan berdiri dengan debar jantung yang bergemuruh kencang setelah ia menumpahkan segala isi hatinya kepada ShasmiraAir mata haru