Cuplikan Chapter ini
Ruang Sunyi di Antara Dua Hati---Sore hari di Desa Sukamaju kembali menghadirkan keheningan yang magis saat bias cahaya jingga matahari perlahan meredup di balik punggung bukit dan menyisakan siluet pepohonan yang tenang Di bawah naungan rindangnya pohon sawo tua yang telah menjadi saksi bisu perjalanan hidup mereka sejak kecil sebuah meja kayu kecil dan dua kursi bambu tertata rapi di atas rumput hijau pekarangan belakang rumah Kyai Ahmad Tempat itu bagaikan sebuah ruang sunyi yang teris